Sekata demi kata kuselipkan pada pesan singkat.
Harapku kau percaya bahwa cinta ini ada.
Bukan karena lisan itu, bukan lisan yang menerangkan kasih sayang..
Tidakkah lisan pandai berbohong?
Sebab itu aku tak pandai bermain kata secara lisan.
Berharap sikap ini cukup kau percaya.
Jikalau begini saja kau ragukan aku, bagaimana dengan seribu rahasia ini ku bagi?
Sedang kau tak bisa percaya sikap kecintaan ini.
Bagaimana, apakah lisan itu akan menjelaskan seribu rahasiaku?
Sedang lisan pandai berbohong, lalu apa yang akan membuat kau percaya?
Lantas, kau akan pergi seketika mendengar lisan menerangkan seribu rahasiaku.
Kasih, cintaku tak semudah lisan mengucapkan kan janji manis lalu hilang dihisap bumi.
Cobalah untuk mengerti..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar