Jumat, 27 Maret 2020

Penoreh Janji

Menjelang tengah malam
Rerintikan hujan ju'mat menuju sabtu
Sayup samar memecahkan keheningan malam
Sentak teringat derasnya janji kala itu..
Di bumi mana seorang dia penyair janji sekarang?
Adakah jiwa mengisi raganya?
Atau hatinya mulai terisi dengan kertas kosong baru?
Hingga dia bebas menuliskan ribuan janji?
Ini hanya nyayian hati, menerka-nerka dia dan janjinya pada waktu sekarang.
Barangkali dia berhenti menoreh janji pada setiap kertas yang dia temui.
Mungkin dia telah menetap di satu hati
Atau mungkin dia berandai ingin kembali dan menepati salah satu janjinya?
Kembali pikiranku, mengingatkan sekarang pukul 23.30.
Deras kipas dan rintik hujan gaduh, dengan kutuliskan ini berharap mereka menyamarkan pikiran tak penting itu.
Selamat malam menjelang pagi 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar