Selasa, 24 November 2015

Dirimu Asaku

Kala fajar belum turun.
Kala dingin menusuk dada dan sela-sela rusuk tuamu.
Kala mata ini pun masih enggan terbuka.
Dirimu Asaku, tak pernah menghiraukan semua itu.
Apa yang bisa aku lakukan untuk dirimu asaku?
Aku hanya bisa melakukan apa yang aku bisa.
Lantaran tidak sepenuhnya aku seperti yang lainnya.
Aku hanya seorang aku yang membutuhkan dirimu asaku.
Tanpa letih engkau berikan yang terbaik untuk kami.
Doaku untukmu asaku, kita selalu diberi-Nya kesehatan dan kesempatan.
Semoga langkah ini diberkahi oleh-Nya.


Teruntuk dirimu asaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar